Sebuah Perjalanan Menuju Tempat Terlupakan di Pinggiran Kota Rantepao

Tak ingin menyia-nyiakan liburan UNBK yang akan segera berakhir,  aku dan kawan-kawan seperjuangan kelas blogger memutuskan untuk berwisata sembari mencari referensi untuk mengisi laman blogku yang mulai karatan karena ditinggal oleh banyaknya kesibukan organisasi di sekolah. Yah wisata kali ini tidak jauh-jauh, kami memutuskan berwisata di Kolam Alam Limbong sebagai destinasi wisata singkat kami.

Kolam Alam Limbong, tempat wisata yang terletak di Kelurahan Limbong Kecamatan Rantepao. Untuk berkunjung ke tempat ini kamu bisa menempuh sekitar 15 menit dari pusat kota Rantepao dan sangat mudah diakses baik menggunakan motor maupun mobil. Aku dan kawan-kawan memilih menggunakan motor


Sampai di lokasi, tampak beberapa anak tangga menanti untuk didaki. Setelah memarkirkan kendaraan kami di sebuah parkiran kecil beratap seng bertiang bambu yang dibuat seadanya,  kami melangkah kan kaki menaiki anak-anak tangga itu. Setelah melewati Gapura bertuliskan "Kolam Alam Limbong", dua orang anak kecil telah menanti kami untuk menagih tarif masuk dan menyodorkan karcis. Tarif yang dipungut oleh pengelola yaitu Rp. 15.000. Cukup mahal untuk kantong anak sekolah seperti saya, hahaha. Untungnya kakak pembimbing kelas blogger kami bersedia membayar tarif masuk tersebut.


Setelah membayar tarif masuk, dan berjalan terus ke dalam area wisata. Kolam alam berwarna hijau tua penuh misteri tampak memanjakan mata.  Dikelilingi oleh tebing-tebing kokoh menantang menambah kemistisan tempat ini. Suasana di tempat ini begitu sunyi. Tak banyak pengunjung yang mengunjungi tempat ini,  hanya tampak sepasang wisatawan lokal yang sedang asyik menikmati pemandangan sembari bercakap-cakap di pondok-pondok kecil, yang sekejap diam ketika kami mendekat seolah terusik dengan kehadiran kami. Tampak pula seorang pria paruh baya dengan sabar menanti kailnya dilahap seekor ikan. Gerombolan-gerombolan ikan menari-nari di dekat kail namun enggan memakan umpan pria tersebut.



Terik membakar kulit tak mengurungkan niat kami untuk menyusuri setiap sudut tempat wisata itu. Kulangkahkan kaki menapaki tangga-tangga kecil sembari mengabadikan keindahan ciptaan Tuhan. Di tepi kolam tampak beberapa Gazebo yang menunggu pengunjung untuk mendudukinya. Kamar mandi dan ruang ganti juga tersedia. Bisa dibilang kamar mandinya cukup bersih walau hanya satu. Namun berbeda dengan keadaan ruang ganti di tempat itu. Keadaannya kurang terpelihara, tak luput dari goresan-goresan patah hati para alayers.

Bahkan sebuah sarang burung menguasai salah satu sudut dalam ruang ganti tersebut. 
Di tepi kolam tampak sepeda air berbentuk bebek berwarna kontras biru dan pink terparkir rapi. 
Tak sulit menemukan spot foto dengan latar kolam berwarna hijau di tempat ini,  karena pengelola telah menyediakan spot foto buat kamu yang suka mengabadikan setiap moment. 

Pantulan suara teriakan teman-temanku bersahutan memecah keheningan. Entah apa yang membuat tempat wisata ini sepi pengunjung. Mungkin saja karena fasilitasnya yang bisa dibilang kurang lengkap sehingga kalah bersaing dengan tempat wisata-wisata lain yang memberikan fasilitas yang lengkap dan menarik atau mungkin karena kurangnya promosi membuat tempat ini tak banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan.


Keadaan tempat wisata ini mungkin lebih baik dibanding 3 tahun lalu ketika saya berkunjung terakhirkali namun tak hayal menarik minat pengunjung untuk datang.
Mungkin bagi kalian yang suka kesunyian, tempat ini sangat cocok untuk kamu.
Sampai jumpa dicerita selanjutnya 😊







Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Begini Suasana Pameran Ekonomi Kreatif di Lapangan Bakti, Rantepao, Toraja Utara

Kemeriahan Karnaval Budaya Dan Kontes Kerbau Di Lovely December 2017